Menjelang pergantian tahun, banyak dari kita yang mulai memikirkan resolusi-resolusi baru termasuk dalam aspek pekerjaan. Tidak hanya tentang “memperbaiki” jenjang karir, momentum ini juga sering digunakan untuk mencari peluang kerja lain. Melalui post ini, ada beberapa langkah yang bisa Anda pertimbangkan untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam memulai bahkan berganti pekerjaan.
Enigmanians, tahukah kamu di tahun 2024 Information Technology (IT) masuk kedalam jajaran 5 besar highest paying professions ? menurut careers360.com IT masuk pada urutan kedua setelah Medis, Karena permintaan akan layanan teknologi akan terus meningkat, para profesional IT seperti Artifical Intelegence (AI) dan Machine Learning (ML), Data analis, Arsitek dan Cloud Engineer, serta Pengembang Blockchain akan memperoleh gaji yang tinggi karena keahlian dan pengetahuan mereka.
Berawal dari engineer Google yang merancang Go saat menunggu program-program lain untuk dikompilasi. Munculnya rasa frustasi terhadap sejumlah perangkat yang tidak kompatibel mendorong beberapa engineer untuk memikirkan sebuah sistem pemrograman baru yang lebih efektif, melahirkan Golang yang populer dengan kemudahan penggunaannya saat ini.
Mungkin Anda telah melihat beberapa cuitan atau blog dalam beberapa tahun terakhir yang berargumen bahwa Go lebih baik daripada Perl/Python/C, dan sejenisnya. Kita semua telah menggunakan sejumlah programing untuk melakukan hal-hal kecil di server kita. Ingin melihat log? Perl. Ingin mengirimkan cuitan reguler? Python. Ingin mengelola data masuk dari ribuan pengguna konkuren? Java atau C++ selalu menjadi jawaban Anda. Jadi, apakah Go "lebih baik"?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, kamu harus mencari tahu terlebih dahulu tujuan dan minat kamu untuk menjadi programmer. Apakah kamu ingin menjadi seorang Front End Developer yang bertugas membuat tampilan antar muka pengguna (user interface) atau kamu ingin menjadi Back End Developer